Hernandez Resmi Gabung Bayern Musim Depan

Hernandez Resmi Gabung Bayern Musim Depan 2

Meski musim belum dipastikan usai, namun raksasa Jerman Bayern Munchen sudah mulai berbenah. Dikabarkan bahwa tim berjuluk The Bavarian tersebut resmi mendatangkan pemain bertahan milik Atletico Madrid. Bahwa Lucas Hernandez resmi gabung Bayern Munchen dimusim depan.

Kabar tersebut resmi dilontarkan oleh klub raksasa Jerman tersebut. Dan diberitakan juga bahwa klub raksasa tersebut resmi mendatangkan sang pemain dengan harga yang sangat mahal sebesar 1,2 Triliun Rupiah.

Jadi Pembelian Termahal Bayern – Hernandez Resmi Gabung Bayern

Bahkan diberitakan bahwa Lucas Hernandez langsung menjadi pemain termahal yang didatangkan oleh Bayern Munchen. Catatan tersebut sukses mengalahkan catatan Corentin Tolisso dari Olympique Lyon seharga 705 Miliar Rupiah.

Bahkan harga tersebut sangat jauh dari pemain yang pada 2019 nanti resmi bergabung, Benjamin Pavard. Yang bahkan bek sayap milik Stuttgart tersebut hanya setengah dari harga untuk memboyong Hernandez.

Selain itu Hernandez juga otomatis menjadi bek termahal kedua didunia, setelah diperingkat puncak masih ditempat bek Liverpool. Virgil Van Dijk yang didatangkan dari Southampton seharga 75 juta Poundsterling atau nyaris 2 Triliun Rupiah.

Berikut Catatan Sejarah dari Lucas Hernandez.

Jebolan Asli Akademi Atletico Madrid – Hernandez Resmi Gabung Bayern

Hernandez Resmi Gabung Bayern Musim Depan

Sebelumnya Hernandez sendiri sebelum bergabung dengan akademi Atletico, dirinya menempa pelajaran Sepakbola bersama klub Rayo Majadahonda.

Pada saat itu dirinya belajar sepakbola sejak 2005 hingga 2007 silam sebelum akhirnya gabung akademi Los Rojiblancos.

Karir awalnya Hernandez bukan langsung menjadi skuat utama dari pasukan Merah Putih ini. Pada tahun 2014 dirinya mengawal karir bersama Atletico Reserve.

Namun dirinya hanya perlu satu musim untuk membuktikannya, dan pada musim 2014/2015 dirinya tampil sebanyak 21 kali dan mencetak 1 gol diajang Sagunda B Division.

Bahkan saat itu dirinya hanya bermain sebanyak setengah musim saja sebelum akhirnya ditarik kedalam skuat senior oleh pelatih Diego Simeone.

Hal tersebut dikarenakan disaat yang bersamaan Atletico tengah dalam krisis pemain bek tengah. Setelah Diego Godin dan Juanfran mengalami cedera secara bersamaan.

Jalani Debut di Copa del Rey – Hernandez Resmi Gabung Bayern

Laga pertama Hernandez bukan diajang La Liga, melainkan diajang kedua Copa del Rey sebagai ajang pemanasan. Yang saat itu Atletico menghadapi tim kasta bawah CE L’Hospitalet.

Dan abhkan saat itu dirinnya resmi menjalani debut bersama tim saat menghadapi Athletic Bilbao. Yang saat itu dirinya menggantikan pemain bek Guilherme Siqueira dan mampu membawa klub menang 4-1 dilaga tersebut.

Hingga pada akhirnya dirinya selalu menjadi pilihan utama dari skuat Diego Simeone. Tercatat bek berusia 23 tahun ni sudahmulai masuk sebagai pemain utama sejak musim 2015/2016 silam.

Dan meski membela klub besar yang jarang meraih gelar hebat dirinya dinilai cukup lumayan. Tercatat Hernandez bersama Atletico sudah pernah raih gelar La Liga satu kali dimusim 2013/2014.

Hernandez Resmi Gabung Bayern Musim Depan 1

Bahkan dimusim 2017/2018 tim sukses menjadi runner-up. Kemudian dimusim 2014/2015 dirinya sukses persembahkan gelar Super Spanyol.

Selain diajang domestik, dirinya juga bersinar diajang Eropa bersama skuat Los Rojiblancos. Terhitung sukses membawa tim ke babak final Liga Champions 2 kali pada musim 2013/2014 dan 2015/2016.

Selain itu sukses persembahkan gelar Europa League musim 2017/2018, gelar Super Eropa musim 2018/2019 dan bahkan Audi Cup pada tahun 2017. Dan bahkan saat usianya masih berusia 23 tahun dirinya sudah merasakan mencium gelar Piala Dunia pada 2018 silam bersama timnas Perancis.

Apakah nantinya Hernandez bisa menjadi pemain hebat dilini pertahanan Bayern. Apakah dirinya akan bisa menjadi tembok tebal dalam menghalau lawan, atau bahkan flop seperti halnya Javi Martinez yang hanya bertahan 3 musim sebelum dikabarkan akan segera hengkang.

Kiper Tangguh Jan Oblak Milik Atletico Madrid

Kiper Tangguh Jan Oblak Milik Atletico Madrid

Jika membicarakan klub Atletico Madrid sejak 10 tahun belakangan klub ini selalu memiliki kiper hebat. Sebut saja nama David De Gea, Thibaut Courtois dan yang terakhir kiper tangguh Jan Oblak menghiasi skuat utama pasukan Los Rojinlancos ini.

Bahkan sebelumnya klub yang dimusim ini dilatih Diego Simeone ini sempat diperkuat kiper legenda Italia, Christian Abbiati. Semua nama tersebut seakan silih berganti untuk bisa saling membuktikan diri untuk membuat pertahanan terkuat dari klub yang satu ini.

Bahkan siapa sangka bahwa berkat kehadiran para kiper tangguh ini. Atletico Madrid sempat merasakan final Liga Champions Eropa beberapa kali.

Namun dari semua itu saat ini akan coba membahas tentang sosok Jan Oblak.

Mengawali Karir di Klub Slovakia – Kiper Tangguh Jan Oblak

Pada awalnya Oblak mengawali karir bersama dengan klub sepakbola Olimpija pada tahun 2003. Setelah sebelumnya masuk sekolah sepakbola Locan.

Namun hanya perlu satu tahun dirinya kembali pindak ke klub yang lebih besar dengan masuk skuat muda Olimpija Ljubljana pada tahun 2005 hingga tahun 2009.

Kisah sebelumnya dirinya bahkan sempat ditolak saat melakukan trial dengan klub Italia, Empoli dan klub Inggris, Fulham sebelum masuk ke klub tersebut.

Hingga pada akhirnya Oblak muda resmi memperkuat skuat senior tim. Saat itu dirinya baru berusia 16 tahun.

Berkarir Profesional Perdana – Kiper Tangguh Jan Oblak

Kiper Tangguh Jan Oblak Milik Atletico Madrid 1

Namun ternyata dirinya hanya perlu tampil selama satu tahun saja, hingga pada akhirnya di tahun ke-17 dirinya resmi membela raksasa Portugal Benfica.

Tetapi seperti pada umumnya, pemain muda biasanya akan sangat sulit menembus skuat utama dari klub yang memiliki nama besar. Hingga pada akhirnya Oblak menjalani masa pinjaman bersama Beira-Mar dan Olhanaense.

Namun saat membela kedua klub tersebut karinya sangat buruk. Hingga pada saat dirinya sama sekali tidak pernah tampil satu kalipun.

Dan pada musim 2011/2012 dirinya kembali dipinjamkan ke Uiao de Leiria yang merupakan klub papan bawah Liga Portugal. Bersama klub ini dirinya sudah mulai mendapatkan kepercayaan dengan tampil sebanyak 16 kali.

 

Sampai pada musim 2012/2013 dirinya kembali dipinjamkan, kali ini dirinya bermain di liga utama bersama Rio Ave. Disaat yang bersamaan dirinya bersaing dengan klub Benfica.

Dan disinilah karirnya mulai menanjak, saat itu dirinya bermain full satu musim sebelum pada akhirnya langsung mendapatkan kepercayaan dari klub pemilik usai resmi dipulangkan.

Gabung Atletico Madrid – Kiper Tangguh Jan Oblak

 

Namun sayangnya Oblak sudah masuk sasaran target Atletico Madrid. Meski dirinya baru membela Benfica setengah musim pada 2014/2015 dirinya langsung di sabet raksasa Spanyol tersebut.

Karena disaat yang bersamaan tim harus kehilangan kiper Thibaut Courtois yang menyudahi masa pinjamannya dari Chelsea.

Pada akhirnya klub berjuluk Los Rojiblancos tersebut menebus dirinya dengan harga 16 juta Euro. Saat itu dirinya langsung masuk skuat utama klub berhubung para kiper pelapis tidak memiliki kemampuan yang sepadan.

Sebelumnya Oblak sempat mendapatkan keraguan. Berhubung karena dirinya dicap sebagai suksesor dari David De Gea dan Thibaut Courtois yang mampu membawa klub kekancah Liga Champions Eropa.

Dan benar saja hal tersebut terwujud. Bahkan dirinya hingga saat ini menjadi pemain utama dari pasukan Atletico Madrid.

Sejak 2014 dirinya sukses persembahkan gelar Super Spanyol tahun 2014, Europa League musim 2017/2018, Super Eropa 2018 dan menjadi runner-up Liga Champions Eropa musim 2015/2016.

bahkan dirinya menjadi kiper terbaik La Liga musim 2015/2016 dan 2017/2018/, dan masuk skuat FIFPro Dunia XI tahun 2017 silam.

Jurus Rahasia Diego Simeone Maksimalkan Potensi Pemain Atletico Madrid

Tujuh tahun sudah Atletico Madrid di bawah era kepelatihan Diego Simeone.  Di bawah tangan dingin gaffer asal Argentina, klub ibukota Spanyol itu berhasil menjelma bukan hanya rival abadi sekota Real Madrid, tapi juga sempat meraih trofi La Liga dan dua kali mencapai final Liga Champions. Sayangnya, Simeone memang belum mampu mempersembahkan trofi supremasi tertinggi klub di Eropa.

Selain membangkitkan Atletico menjadi tim elite yang disegani, Simeone juga mmapu membangun kerangka dan pondasi mumpuni. Alhasil, ATM pun konsisten menghuni peringkat 4 besar di setiap musim.

Hingga jornada ke-13, Atletico Madrid duduk di peringkat ketiga papan klasemen sementara La Liga, hanya minus dua poin saja dari Sevilla di puncak.

Dalam sebuah wawancara bersama media asal Perancis, France Football, Diego Simeone mengaku punya style tersendiri agar anak asuhnya mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, walau disertai risiko hengkang.

“Saya percaya, pesepakbola membutuhkan pelatihan yang kami berikan. Rasa hormat ada pada hal tersebut, bukan soal berdebat perihal jatah bermain,” kata Simeone.

Musim ini Atletico sempat mandeg dan tersandung di La Liga. Agaknya hengkangnya beberapa pemain sedikit mempengaruhi gaya permainan timnya. Namun sang pealtih tak gusar dan tetap pada misinya.
“Tugas saya, membawa para pemain pada batas mereka, untuk memprovokasi mereka, membuat mereka kesal pada saya. Sebab dalam kekhawatiran (jarang dimainkan) akan muncul keinginan untuk lebih baik lagi,” tambahnya.

“Ambisi saya bekerja demi perkembangan para pemain. Rasa antusiasme saya ada pada hal tersebut, pada tantangan yang diberikan kepada saya. Kenyataannya, tugas seorang pelatih hanya melatih saja, bukan soal taktik semata, tapi juga pada hal-hal emosional,” pungkas Simeone.

Simeone sempat disebut-sebut bakal merapat ke Inter Milan. Gosip tersebut memang belum terbukti walau Diego Simeone sendiri sempat membuka pintu hijrah ke San Siro.

Untuk memastikan masa depan sang pelatih, Atletico Madrid sampai-sampai pernah mengirimkan wakilnya terbang ke Argentina untuk menegosiasikan ulang kontrak.